Memperbaiki diri atau mencegah diri agar tidak merosot memerlukan ukuran tersendiri. Seseorang yang hidup di tengah masyarakat dengan pelbagai aktivitas, akan terpengaruh oleh kebiasaan-kebiasaan mereka. Seperti adagium yang jamak kita dengar “orang yang bergaul dengan penjual parfum akan kecipratan harumnya, sedang orang yang bergaul dengan penjual ikan akan kecipratan baunya” cukuplah pengalaman dan sejarah orang lain jadi pelajaran bagi kita untuk tidak mengulangi hal itu. Salah satu pengalaman pribadi saya, yang mungkin cukup berpengaruh dalam mengubah perilaku dalam bersosial adalah mengukur diri dengan orang lain, bukan dengan diri sendiri. Setiap orang punya kemampuan sendiri-sendiri yang unik bagaikan sidik jari dirinya. Di dalam kemampuan itu tersimpan kepribadian dan emosional yang cukup kompleks, hasil dari kikisan lingkungan sejak ia lahir hingga saat ini. Dalam bertindak secara instan, kita sangat dipengaruhi watak yang melekat itu, tetapi dengan proses berpikir manusia ...