Tangisan Asyura adalah ungkapan rasionalitas, tangisan yang membanjiri kezaliman di dalam diri. Tangisan itu menjadi petunjuk bagi perlawanan diri, bukan sekadar perlawanan terhadap pembunuh-pembunuh Al-Husain as. Banyak tangisan dan duka yang datang di sela-sela kehidupan, tetapi tangisan terhadap Al-Husain memiliki semangat yang berbeda dari tangisan lainnya. Ini bukan jeritan kelemahan atas diri, tetapi persiapan untuk kebangkitan jiwa yang tertatih. Asyura mengungkakan semua dimensi kebijaksanaan hidup. Bukan hanya kesedihan, atau ratapan tanpa makna. Di dalam itu semua terdapat persiapan untuk melawan diri, menghilangkan ego, cinta dunia, menghilangkan ikatan-ikatan yang menjatuhkan. Pengorbanan Al-Husain membentuk pemikiran Husainisme bagi pengikutnya, mengorbankan dirinya, menghilangkan keakuan. Di dalam tangisan itu tidak ada istilah tasawuf, pengkajian tentang perjalanan menuju Tuhan, tetapi dalam tangisan terhadap Al-Husain as telah terangkum semua nilai tasawuf, spirituali...