Dalam kehidupan penyempurnaan diri, filosofi yang paling sering digunakan adalah pendakian memuncak hingga mencapai titik tertinggi dari lereng gunung. Ada banyak hal yang bisa mencerminkan perjalanan asli manusia dengan analogi di dalam pendakian itu. Sebut saja sulitnya pendakian yang ditempuh bersamaan dengan semakin dekatnya kita ke puncak. Terdapat banyak rintangan dan hal-hal yang bisa menjatuhkan seseorang tiba-tiba ke jurang yang paling bawah, tersesat hingga tak bisa kembali lagi melihat cahaya penerang jalan. Perjalanan itu membutuhkan istirahat yang cukup untuk mengambil tenaga. Terakhir, seorang pendaki mesti sangat berhati-hati dari banyaknya gangguan yang datang dari perjalanan itu sendiri atau kawan-kawan sekitar dalam perjalanan yang tidak mengetahui perjalananmu. Seorang pejalan mesti memahami dirinya dan perjalanannya, karena sesungguhnya pengetahuan terhadap medan perjalanan adalah setengah dari perjalanan. Apa yang saya alami adalah banyaknya keterjatuhan yang tid...