Langsung ke konten utama

Tanpa Arah — Sebuah Puisi

From Pexels


Dunia tak ada lagi rasa
Agama tak juga memberikan
Fana yang selalu dijanjikan
Penglihatan yang membuka
Menelisik tabir yang menahan

Ilmu seakan-akan meragukan
Tapi, tak mungkin tanpanya
Aku berjalan dengannya
Berhenti dengannya
Dan mati bersamanya

Setiap orang menawarkan
Setiap orang memilih
Setiap orang ragu
Setiap orang yakin
Semuanya klaim

Aku memilih untuk tidak memilih
Membiarkan jalan menjadi tujuan
Dimana perhentian, disitulah kematian

Siapa yang bisa membuka tabir?
Banyak yang bicara tapi pandir
Hanya berkata dan menyitir
Tak pernah mencari cara, sendiri.

***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembagian Lazim dalam Substansi dan Aksiden (Logika)

Dalam memahami konsep universal yang bersifat substansial atau aksidental, terdapat beberapa pembagian dari segi kemestian dua konsep untuk bersama-sama secara permanen atau tidak. Pembahasan ini merupakan sub bagian dari kajian Logika di bawah tema Lima Universal atau biasa disebut Kulliyat al-khamsah . 1) Hubungan Lazim ( Concomitance , Koeksistensi)                Ketika dua pahaman universal dihubungkan harus memiliki keberadaan secara bersamaan, disebut sebagai kelaziman. Contohnya: Segitiga dan jumlah dua sudut siku-siku (180 derajat); Ganjil dan angka tiga; Genap dan angka empat; Kebergantungan dan akibat; dan lain sebagainya.  Hubungan itu merupakan keharusan yang selalu bersama-sama bagi keduanya. Akan tetapi, dalam melihat letak keberadaannya, kita bisa membaginya menjadi beberapa pembagian lagi. a) Lazim hanya di luar akal                Kelaziman ini tidak terjadi di dalam akal ata...