Langsung ke konten utama

Beribadah — Sebuah Puisi

Gambar: Beribadah — Puisi (Achmad Fadel)

Dimana-mana orang menyembah
Mencari tempat, mencari arah

Dengan-Nya kuberibadah
Tapi aku selalu merasa salah

Kebenaran yang kucari-cari
Membuatku menjadi tak berarti
Mengapa bisa begini
Merasakan nir-makna hidup
Yang selalu menari
Di dalam hati

Rutin saja aku bertakbir
Mengucapkan zikir dengan mengalir
Tanpa banyak pikir
Aku hanya menyapa diri yang getir

Apa akhir semua ini
Apa awal jalan ini
Bagaimana menapak kaki ini

Adakah ruang kosong dalam sanubari
Yang mendorong pada Ilahi
Lantas
mencapai kebahagiaan yang hakiki

Dimana kebenaran sejati?
Yang selalu kunanti-nanti
Apakah itu cuma ilusi
Atau akhir dari semua langkah kaki

Achmad Fadel
1 Juli 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembagian Lazim dalam Substansi dan Aksiden (Logika)

Dalam memahami konsep universal yang bersifat substansial atau aksidental, terdapat beberapa pembagian dari segi kemestian dua konsep untuk bersama-sama secara permanen atau tidak. Pembahasan ini merupakan sub bagian dari kajian Logika di bawah tema Lima Universal atau biasa disebut Kulliyat al-khamsah . 1) Hubungan Lazim ( Concomitance , Koeksistensi)                Ketika dua pahaman universal dihubungkan harus memiliki keberadaan secara bersamaan, disebut sebagai kelaziman. Contohnya: Segitiga dan jumlah dua sudut siku-siku (180 derajat); Ganjil dan angka tiga; Genap dan angka empat; Kebergantungan dan akibat; dan lain sebagainya.  Hubungan itu merupakan keharusan yang selalu bersama-sama bagi keduanya. Akan tetapi, dalam melihat letak keberadaannya, kita bisa membaginya menjadi beberapa pembagian lagi. a) Lazim hanya di luar akal                Kelaziman ini tidak terjadi di dalam akal ata...