Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

Literasi Agama Bagi Masyarakat Indonesia

Situasi sosial di Indonesia yang terdiri dari beragam agama dan kepercayaan memerlukan orang-orang yang melek literasi agama. Keragaman di Indonesia sangat unik dibandingkan dengan negara lain. Mungkin, jika kondisi sosio-kultur Indonesia terjadi di negara-negara homonim seperti Arab, Cina, India, atau wilayah Eropa bakal terjadi konflik terus menerus. Faktor ketertiban di Indonesia sangat kompleks. Tidak seperti yang diduga. Selain karena rumusan Pancasila yang begitu inklusif, kenyataan geografis yang dipisahkan banyak laut, keduanya termasuk pendorong masyarakat awam untuk cenderung toleran. Namun akhir-akhir ini pengaruh Islam formal cukup masif pengaruhnya, sehingga satu dua penyerangan terhadap agama lain terjadi. Dimulai dari sikap abai terhadap agama lain, pengkafiran, hingga bom bunuh diri menandai konservatisme agama eksis di Indonesia. Persoalan ini, saya kira, karena kurangnya pemahaman empatik terhadap agama lain, pemikiran tertutup, dan klaim kebenaran absolut. Abdul Ka...

Review Buku Filsafat Ilmu terbitan INSIST

INSIST atau Institute for the study of Islamic Thought and Civilization merupakan lembaga pengkajian dan pemikiran yang bertujuan untuk melakukan Islamisasi Pengetahuan. Lembaga ini terinspirasi oleh Syed Naquib Alatas. Banyak peneliti dan pengajar di dalamnya lulusan universitas bentukan Syed Alatas dan mengadopsinya menjadi misi gerakan lembaga ini. Frasa “Islamisasi Ilmu” yang dibawakan tidak lepas dari pro-kontra kalangan pengkaji Filsafat Sains maupun agamawan. Lembaga ini sangat produktif menerbitkan karya ilmiah dan buku-buku untuk mendiseminasi pemikirannya ke publik. Buku-bukunya penuh dengan kutipan dan pendapat dari pelbagai aliran melalui hasil interpretasi mereka. Salah satu buku antologi berjudul Filsafat Ilmu: Perspektif Barat dan Islam , adalah representasi pemikiran yang ia tawarkan. Kita akan mengulas buku ini dan visi penulisannya. Buku ini dieditori oleh Dr. Adian Husaini dari antologi beberapa peneliti INSIST dalam satu lingkup bahasan Filsafat Ilmu. Diantara tuj...

Agama Produk Ilahi sekaligus Produk Budaya

Banyak yang bertanya sekaligus menyangsikan realitas sejarah agama yang selalu diikat oleh kebudayaan. Kategorisasi agama menjadi langit dan non-wahyu merupakan pembagian paling populer. Dasar pembagian itu adalah paradigma yang dibangun tentang ketuhanan yang memberikan pesan kepada manusia untuk mencapai kebahagiaan ataukah kemampuan manusia membangun jalan hidupnya sendiri untuk mencapai tujuan dirinya. Agama langit diidentikkan dengan ajaran-ajaran Ibrahim yang melahirkan tiga agama besar di dunia, sedangkan agama non-wahyu berkembang di sebelah timur asia hingga selatan seperti Buddha dan Hindu. Di samping itu hampir di setiap pelosok yang telah mencapai tahap peradaban memiliki kepercayaan yang unik bagi kulturnya. Dalam hal itu, setiap kepercayaan tidak bisa dilepaskan dari pengaruh kultur setempat dan interaksi historis dengan dunia luarnya. Namun, di satu sisi tiga agama tauhid secara murni berasal dari sumber ilahi yang tidak dijangkau oleh pemahaman kultural manusia. Sampa...