Semua proses pemikiran berlandaskan pada relasi-relasi. Sejak pengetahuan masih berupa gambaran imajinatif sampai analisis fundamental pada konsep universal, nalar tidak bisa lepas dari penghubungan. Saking kuatnya daya perelasian, pikiran terkadang jatuh pada kesesataan berpikir yang kita sebut “ cocokologi ”. Term ini mengungkapkan hubungan antara satu hal dengan yang lain karena mereka memiliki kemiripan. Kemiripan itu menjadi dalil akal untuk menyimpulkan hubungan atau pengaruh mereka satu sama lain. Paling tidak peristiwa relasional bersumber dari hubungan konsep universal ke partikular dan hubungan sebab ke akibat. Pada bagian yang pertama, ahli hukum Islam menyebutnya dengan Qiyas . Dalam silogisme fikih terdapat objek yang sudah diketahui hukumnya dan objek yang belum diketahui hukumnya. Kemudian hukum objek pertama ini juga diketahui ‘sebab hukum’-nya atau ‘illat . Setelah objek yang kedua dianggap memiliki ‘illat yang sama, objek kemudian mempunyai hukum yang sama....