Pembahaasan Epistemologi berkutat pada proses pengetahuan, sumbernya dan neracanya. Dulunya pengetahuan dibatasi pada apa yang hadir dimental manusia. Para filsuf mengkajinya dari pelbagai aspek untuk menentukan sumber-sumbernya secara tashawwurat ataupun tashdiqaat . Pembahasan ini masuk pada ranah ilmu yang didapatkan secara perolehan ( iktisab ) atau memerlukan usaha rasional atau empiris untuk mendapatkannya. Namun, dalam perkembangannya diskursus itu tidak terbatas pada pengetahuan yang memiliki perantara. Manusia dapat memperoleh pengetahuan langsung tanpa ada pemisahan antara objek dan subjek. Pengetahuan ini hanya bisa diketahui secara individual dan tidak bisa diajarkan. Ungkapan-ungkapan yang dikemukakan tentang pengetahuan ini tiada lain hanya sebagai penjelasan yang konsepsional sebagai cerminan tentang pengalaman ini. Namun, penjelasan-penjelasan itu rentan disalahpahami karena penggunaan kata-kata untuk menjelaskannya hanya dipahami oleh yang pernah mengalami pengetahuan...