Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Tanpa Arah — Sebuah Puisi

Dunia tak ada lagi rasa Agama tak juga memberikan Fana yang selalu dijanjikan Penglihatan yang membuka Menelisik tabir yang menahan Ilmu seakan-akan meragukan Tapi, tak mungkin tanpanya Aku berjalan dengannya Berhenti dengannya Dan mati bersamanya Setiap orang menawarkan Setiap orang memilih Setiap orang ragu Setiap orang yakin Semuanya klaim Aku memilih untuk tidak memilih Membiarkan jalan menjadi tujuan Dimana perhentian, disitulah kematian Siapa yang bisa membuka tabir? Banyak yang bicara tapi pandir Hanya berkata dan menyitir Tak pernah mencari cara, sendiri. ***

Berpikir Sederhana (Refleksi)

Pernah tidak, melihat orang yang terlalu ribet mikir, berputar-putar, sudah menjelaskan di ulang lagi penjelasannya. Penyakit ini banyak dijangkit orang-orang yang terlalu ‘berfilsafat’, dalam tanda kutip. Saya banyak menemui begitu, ditengah pelajaran atau bahkan kuliah dari dosen-dosen yang berlatarbelekang filsafat, beberapa sedihnya juga terjangkit. Saya melihat ini karena watak filsafat yang selalu berpegang pada prinsip logika, biasa kita sebut ‘identitas’. Prinsip ini memang sangat sulit untuk ditolak, bahkan mustahil. Tidak perlu untuk dijelaskan karena sudah sangat jelas, dan takutnya saya akan mengikuti dosen saya yang menanyakan yang sudah jelas-jelas jawabannya. Entah, memang ciri filsafat itu kritis alias selalu mempertanyakan apapun itu. tapi, kelewatan juga kalau mempertanyakan yang sudah sangat jelas sekali, ini bisa membuat kita jengkel. Yah , sama saja satu tambah satu, semua orang sudah pasti tau dua. Kita bisa melihat, sudah pasti. Ini yang terkadang membuatku jen...

Mengorbankan untuk Memenangkan

DULU, sewaktu orang-orang masih berjalan kaki untuk ke sekolah, masih sangat sulit untuk mendapatkan bahan bacaan, dan masih memerlukan tenaga yang banyak demi mencari Ilmu baru. Orang-orang memiliki semangat yang sangat tinggi untuk mencari Ilmu pada saat itu. Bahan keilmuan begitu sulit dicari. Perpustakaan kalau pun ada, jaraknya jauh ditengah kota. Menyedihkan bagi yang tinggal di pedalaman desa, tetapi memiliki ingin tahu yang tinggi tanpa dukungan lingkungan dan tempat mencari Ilmu yang lebih luas. Hasilnya, ilmu yang didapati hanya apa yang ada di desanya saja. Dia mungkin menjadi juara satu di desanya, tapi sangat ketinggalan jika dibandingkan dengan orang-orang kota yang barangkali tidak lebih kuat semangatnya. Orang desa itu hanya mengulang-ulang apa yang sudah dipelajarinya. Itu kisah orang desa. Mereka mempunyai ilmu yang dalam dan paham betul yang mereka pelajari, tapi tetap saja wawasan mereka sangat terbatas.   *** Produksi Pribadi Sekarang, orang desa itu sudah beru...

Filosofi Kopi dan Buku

Kopi ada yang sangat pekat dan hitam sampai membuat jantung berdebar-debar, ada pula yang begitu lembut sedikit kecoklatan tak begitu berpengaruh ketika diminum. Kopi memiliki tingkatan-tingkatan tetapi tak diketahui mana tingkatan yang paling tinggi mencapai titik kulminasi dan titik terendahnya. Setiap kopi pasti memiliki perbandingan dengan yang lebih kuat dan yang lebih lemah. Hidup juga begitu, ada tingkatan-tingkatan. Ketika menghadapi kesulitan seseorang akan merasa dirinya tidak sanggup menghadapi kesulitan itu, padahal masih banyak yang lebih sulit dari dia. Ketika kaya, orang lupa kalau masih ada yang miskin dan sangat membutuhkan untuk dibantu. Jadi tak perlu menahbiskan diri yang 'paling' di antara yang lain. Demikian pula buku, memiliki lembaran-lembaran yang sangat melelahkan untuk dibaca, jika tanpa semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi. Tetapi, buku tetap berbeda dengan kopi yang masih memiliki awal dan akhir diantara lembaran-lembarannya. Sebagian besar pe...

Menjadi Manusia Aktif

Dalam hidup, kita akan banyak menghadapi fenomena yang sangat mempengaruhi diri kita. Ada fenomena yang jelas-jelas mengarah pada diri kita seperti perkataan atau sikap orang lain, di satu sisi ada fenomena yang diam tetapi begitu memberikan kesan mendalam, bisa kita temukan pada benda-benda mati, atau kejadian yang terjadi di sekitar kita, orang yang salin tolong menolong, kejahatan, dan sebagainya.       Semua yang ada di alam semesta ini saling terhubung satu sama lain, dan mempengaruhi setiap individu dengan caranya sendiri. Sebagian besar peristiwa karena reaksi dari yang lain, misalnya hukum permintaan dan penawaran ekonomi yang saling bereaksi untuk mengarah pada keseimbangan, air laut yang senantiasa menguap setelah bereaksi dengan matahari, kemudian menjadi hujan, dan seterusnya. Namun, berbeda dengan manusia, mereka memiliki keunikan tersendiri dalam melakukan reaksi dengan sekitarnya. Sebagian manusia bereaksi dengan kelaziman kultur dan pengalaman yang ...

Tradisionalis, Modernis dan Substansialis: Menghadapi Masalah Zaman dalam Beragama

Islam tidak beda dengan agama-agama lain yang selalu akan berubah dengan berubahnya zaman. Agama bukan lahir sejak turunnya wahyu kepada nabi Muhammad. Ajaran agama sudah ada sejak manusia lahir dan sadar akan dirinya. Entah, apakah itu dari nabi Adam as atau mungkin evolusi kera menjadi sejenis makhluk yang bernama Homo Sapiens . Tetapi nyatanya dan yang terpenting masalah spiritualitas dan norma agama untuk mengatur manusia agar menjadi sejahtera, aman, damai dan tenang keberadaannya sudah ada sejak awal sejarah. Jadi, jangan heran kalau banyak agama yang muncul dan menahbiskan Tuhannya masing-masing. Ditengah itu muncul juga kaum penantang yang menolak semua tahbisan terhadap Tuhan yang hanya khayalan. Terjadilah percekcokan demi menyelamatkan pikirannya masing-masing. Muncul perang atas nama agama dan atas nama keyakinan. Demi melawan apa yang disebut kekafiran. Pengingkaran yang merupakan dosa besar. Autografi editing Perjalanan sejarah lantas menunjukkan lika-liku. Hikayat yang k...

Transformasi Realitas

Dulu saya berlarut-larut dalam pikiran, mungkin karena kegelisahan pada masalah filsafat yang selalu menganggu dan mengusik. Filsafat yang selalu memikirkan problem fundamental manusia, orang yang tak kuat untuk berubah-ubah secara radikal dari satu pikiran ke pikiran yang lain, saya yakin akan larut dan mengiang-ngiang dalam pertanyaan yang tak pernah berhenti dan terus mencecar. Itu memang salah satu hal positif yang tak bisa dihindari bagi yang bergaul di alam filsafat. Tetapi, akhir-akhir ini baru saya sadari ternyata kita tidak bisa terus seperti ini. Apalagi dalam bersosial dengan kawan di masyarakat, atau tinggal di suatu tempat dikelilingi peristiwa penting berlalu begitu saja dengan tak acuh.  Kejadian ini saya sebut sebagai transformasi realitas. Alam kejadian di sekitar yang dihadapi sehari-hari sudah tidak lagi dianggap sesuatu yang penting layaknya 'angin  yang lewat'. Kondisi di sekitar hanya menjadi nyata karena dipersepsi oleh indranya, seandainya kelima indran...

Sejarah Singkat Taoisme

Dalam tradisi filsafat Tiongkok, ada kebijaksanaan yang perlu kita pelajari untuk dijadikan sebagai pelajaran kehidupan. Bagi yang beragama Islam, mengambil kearifan dari luar merupakan perintah yang mungkin jarang dilakukan. Kita sering mendengar hadis “ Hikmah adalah harta temuan mukmin, ambillah dimanapun kamu menemukannya ”. Namun, sebagian umat muslim hanya melihat ke dalam tubuh Islam saja, jarang kita temui usaha pemahaman keluar yang mungkin akan banyak hikmah bisa diambil disitu. Salah satu hikmah dari luar yang bisa kita ambil adalah Taoisme atau Daoisme yang ban yak mempengaruhi filosofi hidup masyarakat Tiongkok hingga sekarang. Pada awalnya, sekitar tiga hingga lima abad sebelum masehi atau lebih awal lagi, pemahaman ini lebih bersifat filosofi hidup dan individualistik. Pelopor pemikiran ini, Lao Tzu, merupakan seorang pustakawan kerajaan yang saat itu berkuasa. Beliau banyak mengambil ilmu dari buku-buku dan pemikiran Konfusianisme yang sebelumnya lebih dahulu berkembang...